Pengaruh Agens Hayati Terhadap Insiden Penyakit Bulai pada Jagung [PDF]
Pengendalian penyakit bulai (Peronosclerospora sp.) menggunakan fungisida sintetik mempunyai dampak buruk. Oleh karena itu, pemanfaatan agens hayati menjadi pilihan lain karena lebih aman dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini mengetahui efek perlakuan benih menggunakan agens hayati terhadap viabilitas benih jagung, penyakit bulai serta ...
Ratna Dwi Hirma Windriyati +2 more
openaire +3 more sources
Potential of Biological Agents for Controlling Basal Rot Disease and Promoting Plant Growth in Shallot [PDF]
Pemanfaatan agens hayati menjadi salah satu komponen pengendalian penyakit secara terpadu dalam budi daya bawang merah. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas tiga agens hayati (Bacillus subtilis B1 dan B298, Fusarium oxysporum nonpatogen T14a ...
Tamrin Khamidi +2 more
doaj +3 more sources
Diseminasi Teknologi Produksi Agens Hayati Pada Kebun Agrotechnopark Cangar Universitas Brawijaya [PDF]
Agrotechno Park (ATP) Cangar merupakan salah satu unit usaha dibawah badan usaha akademik. Dalam segi geografis, kebun ini cocok untuk budidaya berbagai jenis sayuran. Permasalahan yang sering muncul dalam budidaya sayuran adalah adanya Oganisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Fibrianti Shinta Dewi +3 more
openaire +3 more sources
Pengaruh Biopestisida Fobio dan Agens Hayati Trichoderma sp., terhadap Penyakit Layu Fusarium pada Bawang Merah [PDF]
Pengendalian penyakit tanaman bawang merah hingga saat ini masih mengandalkan fungisida kimia yang dapat mencemari lingkungan, sehingga perlu dilakukan pengendalian secara hayati dan ramah lingkungan.
Farisa, Dita Megasari, Sri Wiyatiningsih
doaj +3 more sources
Pemanfaatan Agens Hayati untuk Pengendalian Penyakit Tanaman Apel di Madiredo, Pujon
Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, merupakan salah satu sentra penghasil apel yang mengalami tantangan dalam budidaya apel akibat penggunaan sistem pertanian konvensional yang bergantung pada pupuk kimia dan pestisida. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas lahan, resistensi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), serta meningkatnya biaya produksi ...
Retno Dyah Puspitarini +2 more
exaly +2 more sources
AGENS HAYATI SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN KARAT PUTIH (Puccinia horiana) PADA KRISAN
Chrysanthemum (Chrysanthemum spp.) is an important floricultural commodity in Indonesia. However, its production is seriously threatened by white rust caused by Puccinia horiana. Conventional control still depends on synthetic fungicides, which pose risks of pathogen resistance and environmental contamination. The use of biological control agents (BCAs)
null Febry Nurhidayati +9 more
exaly +2 more sources
PENGGUNAAN CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI PADA LADA (Piper ningrum L.)
This study aims to determine the ability of 19 endophytic fungus isolates from pepper as biological control agents. As a disease variable such as distribution in plant tissues and the ability of inhibitory power to Septobasidium spp.
Iman - Suswanto +2 more
doaj +2 more sources
Combination of Biocontrol Agents to Control Shallot Disease in The Field
Produksi bawang merah di Indonesia menghadapi permasalahan hama dan penyakit yang berat. Penggunaan pestisida menjadi andalan petani hingga saat ini untuk pengendalian hama dan penyakit tersebut.
Suryo Wiyono +3 more
doaj +1 more source
Penggunaan mikrob untuk pengendalian penyakit dan pupuk hayati telah dikembangkan sebagai alternatif bagi pengembangan pertanian ramah lingkungan. Upaya mendapatkan mikrob tersebut terus dilakukan dengan eksplorasi mikrob dari berbagai tipe habitat ...
Giyanto Giyanto, Ali Nurmansyah
doaj +1 more source
Maintaining understory vegetation in oil palm plantations supports higher assassin bug numbers
Reduced understory vegetation complexity in oil palm plantations leads to a significant drop off in numbers of assassin bugs, which are major pest control agents within the system. This suggests that maintaining understory vegetation in oil palm has the potential to boost both biodiversity and pest control.
Jake Stone +16 more
wiley +1 more source

