Results 51 to 60 of about 564 (116)
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD BATARA GURU BELOPA
Asphyxia is an emergency event in the form of spontaneous breathing failure immediately after birth. It is very risky for death when the fetus does not breathe spontaneously and regularly so that it can reduce oxygen and increase carbon dioxide, which has bad consequences for continuing life.
Devianti Tandiallo Devianti +6 more
openaire +1 more source
DETERMINAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI BARU LAHIR
Indonesia mengalami angka penurunan menarche berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2010 terdapat 5,2% anak –anak di Indonesia memasuki usia menarche dibawah usia 12 tahun. Survey pendahuluan yang dilakukan di MTS Al Falahiyyah peneliti melakukan survey pada 20 siswi, dan didapati hasil survey 10 orang yang sudah menstruasi (50%).
openaire +1 more source
Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan O2 dan makin meningkatkan CO2 yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut (Manuaba, 2010).
Siska Delvia
doaj
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
Tingginya angka kematian bayi disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya asfiksia neonatorum dan ketuban pecah dini. Angka kejadian ketuban pecah dini di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh yaitu dari 187 persalinan terdapat 68 kasus dengan asfiksia neonatorum
Meiriza, Wira, Satria, Okti
core
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD S.K. LERIK KOTA KUPANG
Asfiksia neonatorum menyumbang angka kematian ditingkat global maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang.
Tat, F. (Florentianus) +4 more
core
Hubungan Ketuban Pecah Dini dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar [PDF]
Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan asfiksia neonatorum adalah ketuban pecah dini (KPD). Secara teori pecahnya ketuban akan menyebabkan oligohidramnion sehingga menekan tali pusat kemudian aliran darah maupun nutrisi dari ibu yang disalurkan ke ...
Febrianti, Annisa Y
core
Kejadian infeksi bayi baru lahir di Indonesia berkisar antara 24% hingga 34%. Infeksi tali pusat merupakan penyebab kematian yang kedua setelah asfiksia.
Ayu Nova Sari
doaj +1 more source
Asfiksia neonatorum adalah suatu kegagalan bayi bernafas secara spontan dan teratur sesaat setelah dilahirkan. Asfiksia neonatorum dapat ditandai dengan gejala berupa rendahnya kadar oksigen dalam darah (hipoksemia), tingginya kadar karbon dioksida dalam darah (hiperkarbia), dan menumpuknya asam dalam darah (asidosis).
openaire +1 more source
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara-negara berkembang. Risiko asfiksia pada bayi dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, termasuk adanya komplikasi obstetri. Ketuban pecah dini (KPD) telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang
null Elok Dwi Cahyani +3 more
openaire +1 more source
BERDASARKAN DATA BADAN PUSAT STATISTIK INDONESIA TAHUN 2008. ANGKA KEMATIAN BAYI ( AKB ) DI INDONESIA MENUNJUKAN ANGKA YANG MASIH TINGGI YAITU 35 PER 1000 PENYEBAB KEMATIAN BAYI BARU LAHIR ADALAH ASFIKSIA NEONATORUM SEBANYAK 27,97 %.30 X 21 CM : 67 ...
Chytha Liling Palinggi
core

