Results 151 to 160 of about 2,123 (183)
Some of the next articles are maybe not open access.
Esai reflektif “Berawal dari Bercanda” ditulis oleh Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya) untuk menyoroti bahaya ejekan verbal (body shaming) yang kerap dianggap “candaan biasa” namun dapat berujung pada tragedi fatal. Esai ini menekankan pentingnya pendidikan karakter, empati, serta tanggung jawab hukum bagi remaja.
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai ini menganalisis urgensi literasi kesehatan mental dan perlindungan anak melalui pendekatan semi-akademik berdasarkan narasi fiksi “Level Terakhir Raka” karya Naila Wijaya. Tokoh Raka digambarkan sebagai siswa berprestasi yang mengalami depresi berat akibat tekanan akademik, kurangnya komunikasi emosional, dan minimnya dukungan dari lingkungan ...
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai ini membahas fenomena kekerasan dalam pacaran (KDHP) yang kian marak di kalangan remaja Indonesia, dengan menyoroti bentuk-bentuk kekerasan non-fisik seperti kontrol emosional dan manipulasi psikologis. Melalui narasi fiksi “Pacar Bukan Pemilik”, penulis menyampaikan pesan edukatif tentang pentingnya mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat dan ...
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai Foto Sebagai Media Pembelajaran Karakter Pada Fotografi Dasar
Buletin Poltanesa, 2022Arif Yulianto
exaly
Esai Ibu Muda Bertangan Dingin
Esai ini merupakan refleksi semi-akademik atas cerita fiksi “Ibu Muda Bertangan Dingin” karya Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya). Esai menyoroti hubungan antara infanticide, stigma sosial, kurangnya pendidikan seksual, serta minimnya dukungan sistemik bagi remaja perempuan.openaire +1 more source
Esai ini merefleksikan bahaya laten dunia digital terhadap anak-anak dan remaja melalui fiksi Surga Online Anak-anak. Dengan pendekatan semi-akademik, esai membahas dinamika perilaku remaja, manipulasi di media sosial, serta pentingnya literasi digital sebagai langkah preventif.
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai ini membahas peran bahasa dalam perkembangan media sosial di era digital. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga membentuk identitas, memperkaya kosakata, dan menyesuaikan diri dengan budaya populer. Melalui survei terhadap mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, ditemukan bahwa media sosial mempercepat inovasi
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai Poster Palsu, Hukum Serius
Esai “Poster Palsu, Hukum Serius” karya Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya) merupakan analisis semi-akademik yang membahas isu etika digital dan kesadaran hukum di kalangan pelajar melalui pendekatan narasi fiksi. Melalui kisah tentang seorang siswa yang membuat dan menyebarkan poster palsu, esai ini menyoroti dinamika perilaku impulsif di media ...openaire +1 more source

