Results 181 to 190 of about 31,379 (210)
Some of the next articles are maybe not open access.

Ramasastrulu- Munagala Prize Esay

Madras Agricultural Journal, 1924
We beg to invite the attention of the readers to the notice regarding Ramasastrulu-- Munagala Prize essay for 1924,which appears elsewhere in this number and trust there will a large number of entries for the competition.
openaire   +1 more source

Esai Grup Terlarang

“Eksploitasi Anak dalam Dunia Digital: Analisis Semi Akademik Berdasarkan Fiksi ‘Grup Terlarang’” karya Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya) merupakan sebuah esai reflektif yang memadukan narasi fiksi dan pendekatan hukum dalam mengangkat isu eksploitasi seksual anak di dunia maya.
openaire   +1 more source

Semesta Bunyi Kata: Esai-Esai Musik dan Gamelan

Gamelan bukan hanya sekadar kumpulan alat musik tradisional yang dimainkan secara bersama-sama hingga menghasilkan suara yang indah, namun juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Masing-masing alat musik gamelan mempunyai peran dan makna tersendiri sehingga tercipta keselarasan dan kerja sama yang baik antarpemain. Hal ini mencerminkan nilai-nilai
openaire   +1 more source

Esai Belum Cukup Umur

Esai reflektif “Belum Cukup Umur” karya Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya) menyoroti fenomena remaja di bawah umur yang nekat mengemudi tanpa izin resmi, sering kali dipengaruhi budaya populer dan tekanan teman sebaya. Dengan pendekatan semi-akademik, esai ini menekankan risiko pelanggaran lalu lintas oleh remaja, dampaknya terhadap korban maupun ...
openaire   +1 more source

Esai Pulang Tanpa Seragam

Esai ini merefleksikan pentingnya restorative justice dan empati dalam menangani pelanggaran di lingkungan sekolah, dengan menjadikan cerita fiksi “Pulang Tanpa Seragam” sebagai titik pijak. Melalui tokoh Aldi, seorang siswa yang beralih dari korban perundungan menjadi pelaku kekerasan, esai ini menunjukkan bahwa pendekatan retributif yang hanya ...
openaire   +1 more source

Esai Teori Pembangunan

2021
Ahsanuz Zikri   +3 more
openaire   +1 more source

Esai Berawal dari Bercanda

Esai reflektif “Berawal dari Bercanda” ditulis oleh Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya) untuk menyoroti bahaya ejekan verbal (body shaming) yang kerap dianggap “candaan biasa” namun dapat berujung pada tragedi fatal. Esai ini menekankan pentingnya pendidikan karakter, empati, serta tanggung jawab hukum bagi remaja.
openaire   +1 more source

Esai Biru Dibalik Senyumnya

Esai ini merupakan analisis semi-akademik yang membahas fenomena kekerasan dalam hubungan pacaran (KDHP) di kalangan remaja dengan pendekatan literasi hukum dan narasi fiksi sebagai media edukatif. Melalui cerita “Biru di Balik Senyumnya” karya Naila Wijaya, pembaca diajak menyelami dinamika kekerasan emosional, fisik, dan psikologis yang dialami ...
openaire   +1 more source

Esai Janjian Mati Bareng

Esai reflektif ini mengupas fenomena tawuran remaja melalui narasi fiksi “Janjian Mati Bareng”. Ditulis oleh Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya), esai ini menyoroti dinamika perilaku remaja, tekanan sosial, dan dampak tindakan impulsif yang seringkali berujung pada kekerasan.
openaire   +1 more source

Esai Pacar Bukan Pemilik

Esai ini membahas fenomena kekerasan dalam pacaran (KDHP) yang kian marak di kalangan remaja Indonesia, dengan menyoroti bentuk-bentuk kekerasan non-fisik seperti kontrol emosional dan manipulasi psikologis. Melalui narasi fiksi “Pacar Bukan Pemilik”, penulis menyampaikan pesan edukatif tentang pentingnya mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat dan ...
openaire   +1 more source

Home - About - Disclaimer - Privacy