Results 231 to 240 of about 34,777 (265)
Some of the next articles are maybe not open access.
Esai reflektif “Berawal dari Bercanda” ditulis oleh Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya) untuk menyoroti bahaya ejekan verbal (body shaming) yang kerap dianggap “candaan biasa” namun dapat berujung pada tragedi fatal. Esai ini menekankan pentingnya pendidikan karakter, empati, serta tanggung jawab hukum bagi remaja.
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai ini merupakan analisis semi-akademik yang membahas fenomena kekerasan dalam hubungan pacaran (KDHP) di kalangan remaja dengan pendekatan literasi hukum dan narasi fiksi sebagai media edukatif. Melalui cerita “Biru di Balik Senyumnya” karya Naila Wijaya, pembaca diajak menyelami dinamika kekerasan emosional, fisik, dan psikologis yang dialami ...
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai reflektif ini mengupas fenomena tawuran remaja melalui narasi fiksi “Janjian Mati Bareng”. Ditulis oleh Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya), esai ini menyoroti dinamika perilaku remaja, tekanan sosial, dan dampak tindakan impulsif yang seringkali berujung pada kekerasan.
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai ini membahas fenomena kekerasan dalam pacaran (KDHP) yang kian marak di kalangan remaja Indonesia, dengan menyoroti bentuk-bentuk kekerasan non-fisik seperti kontrol emosional dan manipulasi psikologis. Melalui narasi fiksi “Pacar Bukan Pemilik”, penulis menyampaikan pesan edukatif tentang pentingnya mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat dan ...
openaire +1 more source
openaire +1 more source
"Echoes of the Esai" is a six-movement live-coded musical composition, accompanied by an audio-reactive visual experience of generative art. This 25-minute live-coded musical score is paired with a narrative and visual experience, both curated using AI content tools. The musical score will be live coded using FoxDot, Supercollider and Ableton.
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai ini menganalisis urgensi literasi kesehatan mental dan perlindungan anak melalui pendekatan semi-akademik berdasarkan narasi fiksi “Level Terakhir Raka” karya Naila Wijaya. Tokoh Raka digambarkan sebagai siswa berprestasi yang mengalami depresi berat akibat tekanan akademik, kurangnya komunikasi emosional, dan minimnya dukungan dari lingkungan ...
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai semi-akademik "Sekolah Aman? Katanya" karya Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya) merefleksikan kegagalan sistem perlindungan anak di institusi pendidikan. Melalui kisah fiksi tentang Mira, seorang siswi korban pelecehan oleh guru, esai ini membedah relasi kuasa yang timpang, budaya victim blaming, dan minimnya akuntabilitas lembaga pendidikan ...
openaire +1 more source
openaire +1 more source
Esai Ibu Muda Bertangan Dingin
Esai ini merupakan refleksi semi-akademik atas cerita fiksi “Ibu Muda Bertangan Dingin” karya Adza Naila Qotrun Nada (Naila Wijaya). Esai menyoroti hubungan antara infanticide, stigma sosial, kurangnya pendidikan seksual, serta minimnya dukungan sistemik bagi remaja perempuan.openaire +1 more source

