Results 31 to 40 of about 71 (60)

Implikasi Kidung Agung 8:8-10 Untuk Perempuan di Era Pergaulan Bebas

open access: yesPistis: Jurnal Teologi Terapan
Penelitian ini mengeksplorasi implikasi dari Kidung Agung 8:8-10 dalam konteks perempuan di era pergaulan bebas, bertujuan untuk memberikan panduan moral yang relevan. Sebagai sebuah karya sastra yang kaya simbolisme cinta dan hubungan, Kidung Agung menawarkan wawasan yang mendalam mengenai nilai-nilai hubungan yang sehat dan bermakna.
Kristian Tung Heang Helaq   +1 more
openaire   +1 more source

Makna dan Nilai Kidung Banyu Pitu pada Upacara Selamatan Memitu di Desa Kedokan Agung Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu

open access: yesJurnal BELAINDIKA (Pembelajaran dan Inovasi Pendidikan), 2022
Jurnal ini membahas tentang tata cara pelaksanaan Kidung Banyu Pitu dalam Upacara Memitu. Kidung Banyu Pitu adalah salah satu kesenian tradisional dari Desa Kedokan Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu yang dinyanyikan oleh seorang pujangga. Kidung Banyu Pitu berkaitan dengan ritual upacara yang diadakan di setiap Memitu.
openaire   +1 more source

Frasa Problematik beba'al hamon dalam Kidung Agung: Interpretasi dan Implikasi

open access: yesPASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Frasa ????????? ??????? (beba'al hamon) dalam Kidung Agung 8:11 merupakan frasa problematik. Pertama, frasa tersebut dimaknai sebagai lokasi geografis oleh Alkitab versi LAI bahkan versi bahasa Inggris tetapi lokasinya masih belum jelas dan masih diperdebatkan hingga sekarang.
openaire   +1 more source

KESETARAAN: SOLUSI PERBAIKAN BANGSA (INTERPRETASI KRITIS KIDUNG AGUNG 7:10 – 8:4 DALAM PERSPEKTIF GENDER)

open access: yesJurnal Teologi Cultivation, 2019
AbstractThis paper is an attempt to reinterpret the Song of Songs 7:10 - 8: 4 using the Critical Historical approach in a gender perspective. The Critical Historical Approach is a method of interpretation that emphasizes historical findings, both the history of the text and the history of the context of the text.
openaire   +1 more source

Ketika Martabat dan Kebebasan Perempuan dirampas: Merefleksikan Puisi Kidung Agung 8:8-10 Melalui Perspektif Feminis

open access: yesVeritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
This article aims to reflect on the dignity and freedom of women's rights found in the poem Kidung Agung 8:8-10. The dignity and freedom of women's rights are still something that is ambiguous in society, especially in Indonesia and countries that adhere to the patriarchal system.
Lily Ivone Kawatu   +3 more
openaire   +1 more source

Cantik Adalah Berkulit Hitam dan Berambut Keriting: Membaca Kidung Agung 1:5-6 dan 4:1 dari Kaca Mata Orang Maluku

open access: yesKENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 2020
Kecantikan perempuan yang ditampilkan melalui media massa, berbagai iklan produk kecantikan, dan bahkan terjemahan teks kitab Kidung Agung (KA) 1:5-6 dan 4:1, kontras dengan realitas perempuan Maluku yang umumnya memiliki ciri-ciri fisik berkulit hitam dan berambut ikal.
openaire   +3 more sources

Apakah Standard Cantik adalah Fisik? Mendefinisikan Ulang Kecantikan Perempuan Menurut Kidung Agung 1:5-6

open access: yesPistis: Jurnal Teologi Terapan
Standar kecantikan seringkali dipersepsikan sebagai atribut fisik yang mencakup ciri-ciri seperti wajah simetris, tubuh ramping, atau kulit cerah. Persepsi ini perlu ditinjau lebih dalam tentang apakah kecantikan hanya berdasarkan pada aspek fisik semata.
Ignasius Teguh Dewanto   +1 more
openaire   +1 more source

Rekonstruksi Eksistensi Perempuan melalui Kritik Sastra Feminis terhadap Kidung Agung 3:1-5

open access: yesJUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi dan Pendidikan Kristen
The participation of women in various spheres of life has witnessed significant progress; however, it is undeniable that patriarchal culture remains deeply entrenched and continues to reproduce discriminatory practices and violence against women, including through religious interpretation.
openaire   +1 more source

Kiranya Ia Mencium Aku dengan Kecupan! Karena Cintamu Lebih Nikmat dari pada Anggur: Studi Eksegesis Kidung Agung 1:2

open access: yesEUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Abstract: Context opens the way in understanding long texts and connecting statements. Context guides the interpreter to the meaning according to the author's point of view. The substance of love and the motif of the love song. The song presented between Solomon and the Shulammite in the Song of Solomon teaches a reality that is more than mere physical
openaire   +1 more source

Home - About - Disclaimer - Privacy